Kang yoto Romantika kita

DISADARI ataupun tidak, itu adalahHAK AZASI masing – masing orang, khususnya warga BOJONEGORO. Adanya Bupati Bojonegoro yang berdampinag  dengan wakilnya (Kang Drs. H Suyoto, MS.i  dan Kang Drs. H. Setyo Hartono, MS.i), membawa perubahan Bojonegoro yang cukup siknifikan), bahkan deru perubahan Bojonegoro, sangat menggema menggelora, karena banyaknya tuntutan warga yang ingin mempunyai perwujudan ADIL Dan MAKMUR, yakni adil menuju kemakmuran (Bukan MAKMUR dalam serial Global TV, AWAS ADA SULEEEE, prikitiu-red), Makmur dalam tatanan yang Adil

Dengan duduknya pasangan TOTO, muncullah yang namanya ROMANTIKA di Bojonegoro, walau ROMANTIKA itu sudah sejak jaman sebelum adanya jaman belum banyak munculnya manusia dimuka bumi ini, yakni istilahnya ‘Pro dan Kontar’, itulah sebuah Romntika . Hidup di Dunia. Ada banyak yang menangis, karena kadang sudah terbiasa bisa kerjaannya menyamping dengan cara-cara  yang kurang indah, tetapi tuntutan jujur dan tranparan agar dijadikan pondasi melaksanakan tugas sebagai pelayanan masyarakat. Dengan kebiasaan begitulah kiranya, muncul kontras atas kepemimpinan TOTO. Tetapi tidak kalah banyaknya yang TERTAWA, karena adanya pimpinan TOTO mampu mendongkrak rasa aman, nyaman,genah, tertata, serta mudah diketahui untuk memahami, bagaimana perilaku tata kehidupan yang baik dan benar dengan reel menuju kemaslahatan tertuju arah TAQWA, untungnya adalah meningkatkan rasa syukur. Yang demikian adalah dalam kategori, bahwa selama keberadaan pemerintah TOTO, mereka menyatakan PRO. itulah bagian dari ROMANTIKA.

“syu’aa’usy syamsi laa yukfaa wa nuurul haqqi laa yuth fa-u = SINAR Matahari tidak dapat ditutupi, dan cahaya kebenaran itu tidak dapat dipadamkan”.Maaf selaian penulis ini ngefens Syair semua syair Pak Haji Rhoma Irama, juga nge-PANS, kepemimpinan Kang YOTO didampingi oleh Kang Hartono . Ibaratnya Bila tersyirat dalam syair, bahwa; ‘Bila datang kebenaran pasti hancur kebatilan (Lagu judul BERSATULAH ), demikian juga kalau dalam lagu ‘ Menggapai Matahari’ pada prinsispnya bagi yang pro pada pemerintahan kang TOTO, mereka menggelorakan SEMANGAT, “Badai dan gelombang yang datang merintang tak akan merubah haluan cita- cita, pemimpin yang luhur dan ketulusan tentunya pimpinan yang MATOH.

Kang YOTO sumber semangat membangun dalam tata kehidupan, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, Kang YOTO dan Kang HARTONO, bak MUSAFIR yang datang dari negeri masyrik melawat negeri- negeri hingga kenegeri maghrib, pada awalnya siapa beliau berdua dulu, mungkin hanya 27 prosen dari yang punya hak pilih di Bojonegoro yang mengenalnya. Tetapi karena lagu mengisyaratkan, mereka datang membawa “ Cahaya Terang Penyuluh dalam kegelapan, dan juga membawa petunjuk (hidayah), dari Allah, SW. maka ‘KUN FAYAKUN’, sekarang Bojonegoro tidak cukup BANGKIT tetapi BOJONEGORO wis MATOH, lha piye supoyo tambah MATOH?, hayo merapatkan barisan, berpedoman tidak hanya dengan SLOGAN, tetapi butuh kerja nyata (perjuangan) tetapi jangan sampai bergeser sedikitpun, dengan hati yang didasari perilaku Iman  dan TAQWA, tentunya diiringi dengan DO’A. Agar Azza wajjala selalu menunjukkan pertanda untuk kita semua, yang belum sadar. Adanya realita yang ada ini, bisa sadar, yang sadar semakin giat dan yang rajin berusaha dan bekerja, sebab JAR KERTA RAHARJA MAWA KARYA, sopo sing pingin mulyo lan makmur uripe kudu makaryo (Mergawe)

Jangan terlalu sibuk bikin proposal saja, sebab “ Tiada juang tanpa rintangan, tiada jaya tanpa adanya usaha dan bekerkja dengan baik dan benar. Tiada Hujan tanpa awan, tiada bulan tanpa berbintang,tiada bungan tanpa kelopak, tiada kumbang tanpa penyengat, tiada senang tanpa keringat tiada semangat tanpa melakukannya semua itu dengan senang hati. Begitu indah, bukan ?. bila selama ini dalam kepimpinan Kang YOTO, merasa tertekan karena tekanan terbatasnya ruang gerak untukl hal untuk perilaku yag kurang baik, maka janganlah benci beliau, karena semua itu amanah untuk kita yang ujungnya menuju jalan kebenaran dari masa kemasa. Dan ambilah isi yang baik dan campakkan dampak buruknya yang kalian mungkin perbuat di masa lalu. Dan jangan karena takut dikatakan ketinggalan jaman jika tidak bermain KORUPSI. Marilah kita semua berfikir maju untuk kearah yang positif thinking. Memang semua adalah sebuah ROMANTIKA hidup di dunia, dan dan semua ada di SANA (Di tangan ALLAH, SWT, latak keadilan yang hakiki, maka sedih dan gembira semua diberikan dengan pelaku yang memerankan ROMANTIKA tersebut adalah semua makluq –NYA, terutama makluq yang diberi akal pikiran yang sempurna. Jangan kita yang diberi akal tetapi tidak mau berfikir, yang punya hati tidak mau merasa dan yang punya telinga tidak mau mendengar seruan yang baik. Lha, pahala kita manusia yang merasa komplit yakni punya akal, punya perasaan dan punya indra pendengar, kalau tidak mengindahkan seruan, lalu terasuk golonan apakah?. Maka ayo kita semua, menganalisa dan memetik suri tauladan, untuk menitik beratkan pada sebuah piliha, jangan hanya coba mencoba lagiii, ho ho ho ho kau mencoba, (maaf, mari kita shubuh dulu, udah pukul 04.32.00.)

Mari kita lanjutkan lagi Pembaca, ROMANTIKA kehidupan di Bojonegoro selama kepemimpinannya Kang TOTO, sekarang (saat menulis naskah ini ) hari selasa, tanggal 17 April 2012. “Wailull li lulli humazatil LUMAZAH = Kecelakaan bagi setiap pengumpat lagi pencela”. Qs.Al- Humazah ayat 1. Dalil ini mengingatkan pada penulis, tentang sebelumnya, yakni ketika ada waktu Pak YOTO (Bupati Bojonegoro), dan penulis berkesempatan, kalau istilah jawanya , “Matur”. Setelah dengan bahasa Tabloid yang takjuk SEKILAS INFO (Skinfo); beliau Bapak YOTO (Bupati-red), Dawoh dan ngendika,”Ko (EKO/ PENULIS), ra usah sedeh ( sedih/ susah- red) yang penting kamu jangan menjelekkan orang lain ya”. Lalu saya (Penulis) MENJAWAB. “Siap Ndan, kalau demikian saya akan melanjutkan perjuangan”.

Lalu Beliau (Kang YOTO)/ Bupati-red) mengatakan, “ Ah, gayamu, Perjuangan. Ya kono, hati-hati ya!”

Kadang hatiku selalu bertanya-tanya pada diri sendiri, “Mulianya hati Pak YOTO, berpesan begitu indah didengar, begitu aman di laksanakan dan begitu mulia hatinya. Walau seorang Bupati, tetapi kadang mendengar umpatan dari warga yang mungkin kurang puas atas kebijakan yang dilakukan, beliau (Kang YOTO tidak marah, dan selalu tersenyumdan tersenyum. Kemungkinan benar, sak umpomo sak lioyane itu (Kang YOTO-red), sudah barang tentu, Contone kalau Bupati Kethoprak,” Sopo sing kumo wani misuhe Adipati, Prabu Angkling Dharma, kang isih lungguh NATA Praja (Yang masih syah), cepet cekelan, rangket lan banda(Bondo/ikat), gawa marak seba, cilik-e isih wujud uripgedhehe bangke, larak-en, gawa mrene”. Ternyata generasi peneruse Angling Dharma yang satu ini, tidak demikian. Ketika Bupati Bojonegoro (Kang YOTO) MELU NGETHOPRAK, (Maaf pembaca, ini bukan sekedar andai-andai tetapi ini benar. Bahwa Bupati Bojonegoro juga sering main KHETOPRAK sungguhan , bahkan kadang penonton ada yang nyelethuk, “ Lho Pak Yoto kuwi lali nak penjenengane kuwi Bupati po piye, wis-wis, kog iso men ngalami. Jan ora salah milih biyen. “Dla-il ummura mawadli-‘ahaa’ka maudli-‘aka= letakkanlah semua perkara, yakni segala persoalan pada tempatnya masing-masing (Yang sesuai ewaktu dan tempat), maka engkau sendiri akan ditempatkan pada tempatmu yang sesuwai dengan keadaan dirimu”, maka ketika berdinas Bupati, Kang YOTO juga memerankan dirinya sebagai Pemimpin yang harus bisa menjadi pimpinan yang tegas, bijaksana, pelindung dan mengayomi warga yang dipimpinnya, dan mengusahakan warganya untuk menuju keselamatan dunia akhirat. Sebab kehidupan tidak hanya ada di dunia saja, tetapi pertanggung jawaban sebagai pemimpin bukan hanya pertangangung jawaban tentang kesejahteraan, kedamaian keselamatan warga yang dipimpin didunia saja, namun pertanggung jawaban yang dirasa dan sedang berjalan selama ini , yang dilakukan oleh pasangan Kang TOTO, meliputi pertanggung jawaban di Dunia Ahirat. Dan kalau dicermati dengan sesakma, insya Allah, hidup kita semua bisa bercermin seperti penutupan diakhir do’a kita , yakni Ya Allah, berilah kami kebahagiaan  hidup didunia dan hidup di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka . dan UNIKNYA, ketika KANG YOTO ketika menokohkan diri sebagai Bupati YA SOSOK Bupati ,(Dan memang itu adalah wajib dan bagian dari fardlu Ain) dan yang benar-benar unik dn sulit kita menalarkan ketika Kang YOTO (Yang Bupati BENERAN tersebut), memarankan diri sebagai Adipati di kesenian Kethoprak, yaa memerankan Bupato versi Khetoprak, lepas dari pengawalan SATPOL PP maupun Ajudan Bupati. Juga bisa memerankan diri sebagai bupati di dunia hibuaran yakni Khetoprak Full Humor daan terkesan tidak ada sekat masa/ jarak, antara Kang YOTO (Sekarang ini masih benar-benar Bupati-red), dengan pemain yang lain yang setara sosialnya jauh lebih rendah dari pada beliau yang menjabat Bupati Beneran. Paftner bermain ada basicnya sari pangkat Desa masih mending, yaa itulah bagian kehebatan FIGUR seorang yang bernama lengkap DR.Drs.H.Sunyoto,MS.i. Dan hebatnya lagi, adalah, walau jadi Selebriti di tingkat Kabupaten Kota Minyak dan juga penghasil Menyok (Ketela Pohon) pola hidupnya tidak seperti kebanyakan selebriti Ibu Kota, yakni punya Istri simpanan,salin pasangan. Tetapi Kang YOTO , Ngugemi,” Rukun Agawe kuat, congkrah agawe rekasa”. Maka dalam bertugas eksis bersama Kang Hartono , kalau Kang YOTO belum Rawoh , Kang HARTONO mewakili Rawoh dulu (saling melengkapi), demikian juga dalam pasangan hiduppun selalu sama-sama melengkapi, yakni Ibu Dra.Hj. Mafudloh, sama-sama diajak merampung rekaman Album ke tiga (Album Wadok Pacal, Jembatan Kaliketek, Maaf, Jembatan Padangan-Kasimanjuga sudah mendekati dibangaun. Damun entah duluan mana, membangun jembatan atau lagunya dibikin dulu atau dibangun. Karena beliau (Kang YOTO) adalah sering jadi pemimpi dan gemar mewujudkan mimpinya iyu untuk membawa BOJONEGORO yang lebih MATOH). Maaf pembaca, berhubung menulis akan meliput di KODAM 0813 Karena ada kunjungan ANGDAM V BRAWIJAYA, maka berahir sampai disini dulu, semoga kita bisa mengambil Suri tauladan Pribadi DAN KEPEMIMPINAN Bupati kita, DR. Drs.h. SUYOTO,MS.i Insya Allah, di lain waktu kita sambung lagi. Seba kita sebagai manusia tiada daya dan hanya upaya, manusia Cuma mampu merencanakan, Allah-lah yang Maha menentukan. Selalu bersama Kang YOTO, Bojonegoro MATOH. (Masyarakat Aman, Tertata Otonomi,Halal ).

Silahkan klau mau bepartisipasi untuk kelangsungan penerbitan ini, bisa kerekening yang tertera di Box Susunan Redaksi, tetapi kalau hanya menyumbang Tulisan, sangat dibatasi, mengingat Tabloid ini tidak bersubsidi, melainkan dari karya dan upaya Teman kreatif, serya Sumbangan dari Donatur yang perduli pada arah penulisan meuju AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR.” Dialla mankaanatil’umyaama tahdiihi= sudah tentu tersesatlah orang yang dipimpin oleh orang-orang yang buta’, terutama Buta mata hatinya, dan tuli karena sesombongan. Penulis hanya ikut nitip pesan, di Indonesia, di Jawa Timur, bahkan di Bojonegoro, sudah mendekati PILKADA, maka berhati-hatilah dalam menentukan pilihan untuk dijadikan pemimpin, Jangan sampai kita dapat pimpinan yang BUTA, terutama buta MATA HATINYA.  Supaya kita tidak salah arah dan jadi tersesat dan menentukan arah tujuan hidup.

Sebagai penutup, ini ada hadiah syair dari Pah Haji RHOMA IRAMA, judul “TERSESAT”.

“ Manusia, banyak manusia , tersesat hem..em, banyak yang tersesat

Tak tahuuuuuu apakah tujuan, hidup didalam dunia,

Mereka hanyalah berlomba-lomb, dalam menuju kejayaan dunia

Sehingga maksiat-pun dikiranya syurga, maka senanglah mereka melakukannya cukup banyak sudah nabinya, yang diturunkan ke dunia.

Untuk menyampaikan risalah pada seluruh manusia

Belum sampaikah ketelinga tentang negri yang Baqa

Negeri tempat tujuan kita, ke syurga atau neraka

Manusia, banyak manusia, tersesat, hem em banyak yang tersesat

Tak tahuu apakah tujuan, hidupnya di alam dunia

Sesungguhnya mereka itu bukan, tak melihat kebesaran Tuhannya.

Begitulah mereka selamanya sampai menuju ke liang kuburnya.

Itulah sedikit gambaran bila kita jadi kaum yang merugi, yang ujungnya jadi oprang tersebut dalam kehidupan dunia akhirat. Kehidupan dunia, sekilas memang mengasyikkan, alam ini bagaikan syurga,dan sepintas memang menyenangkan dunia ini bagai alam impian , padahal itu semuanya adalah Bujuk rayu syaitan. Jangan lah kalah dengan kegigihan syaitan. Menurut kalimat yang sering kita dengar, bahwa syaitan itu menggoda manusia sak, kenek-e, (Tak Kandani, tidak bisa dari depan (diwujudkan wanita cantik, mungkin janda atau perawan oknum bidan janda , atau oknum peraga busana, dari saping kiri ataupun dari samping kanan, dari bawah, kecuali dari atas. Mereka untuk menghindari hal tersebut, sering-seringlah ingat yang diatas, yakni Allah SWT. Insya Allah dan sudah barang tentu, bahwa apabila kita mau memeranginya, so pasti, Syaitan PASTI KALAH.

Caranya bagaimana?, Jangan lah kemungkaran tetap saja dibiarkan, dan kebaikan harus terus diserukan, dengan pola Fasta’biqul qairrat = berlomba berbuat kebajikandi rangkaian ber-amar maruf nahi mungkar = melaksanakan seruan Allah dan menjahui hal-hal yang berkadar mungkar.

Sebab kalau kemungkaran itu bila tetap dibiarkan, maka TUNGGU sajalah sangat datang dan saat tiba kehancuran, yang di wujudkan berbagai bencana. Maka untuk menghindari hal ini, ada baiknya kita semua menuju kearah yang baik dalam menuju Ridhlotillah. Datangnya bencana adalah karena unsusr ulah manusia, datangnya berkah juga karena hasil perbuatan manusia, maka jangan sampai kita terkecoh dan terkontaminasi yang ujungnya kita salah memilih pimpinan, agar kita mencapai cita-cita Bojonegoro yang ber- Baldatun hybattun wa raafun ghafur. Bojonegoro yang gemah lipah dalam keridhoan Allah, SWT. Amin.

“tidur olang alim lebih baik dari pada puasanya orang pendusta = di beri pemimpin dan nasehat orang baik, maka akan lebih baik dari pada diberi harta dan kekayaan orang yang sering dusta”.

Semoga tulisan ini ada guna dan manfaatnya yang positif untuk kita semua, dan apabila terdapat kesamaan cerita hanyalah suatu kebetulan belaka, kesempurnaan hanya milik Allah, kebencian hanya dasar yang haq, akan menimbulkan fitnah yang ujungnya akan erugikan diri sendiri, maka, marilah kita bersama-sama, menghilangkan rasa iri dengki terhadap sesama, karena iri dan dengki hanya akan menimbulkan kehancuran semata. Dan marilah kita tumbuhkan rasa dan membina perilaku budi pekerti mulia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan ahirat penuh ampunan dan kebahagiaan dari Allah, SWT.

“ Relakan ditinggalkan kesialan, abadikan keridla-an, walau hidup sederhana dan keadaan hidup yang pas-pasan, asal sehat jiwa raga, dan tetap bisa melaksanakan kewajiban terhadap-NYA.”Dan jangan lupa, keimana dan kesadaran, jadikanlah sebagai landasan. Stop, : Perdebatan yang konyol, Stop pertengkaran karena perebutan kekuasaan, Stop, pertikaian antar pendukung, Stop Permusuan bila kalah pemilihan. Mari kita saling Asih, Asah, Asuh. Terima Kasih. Jangan hanya mau menerima tapi tidak mau mengasihi, udah ya, kalau udah demikian, saya Matoh, sampean MATOH, dan kita akan lebih MATOH. Wassalamu’alaikum, WR,WB.*** (EKO PURNOMO).

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s