Kang Yoto Bupati Amanah

Tabloid ROMANTIKA

TERINSPIRASI, dari sebuah firman Allah, QS. Ali Imran, ayat 17, ‘auudubillahi minnas syaitonnirojim, Bissmillahi rahman nirrahiim, “AS-SAABIRIINA WAS-SAADIQIINA-QANITINA WAL MUNFIQINA WAL MUSTAGFIRINA BIL ASHAAR= yaitu orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan sebagian hartanya ke jalan Allah, dan memohon ampun di waktu sahur”, Maha Suci Allah dengan segala firmanNya”. MENGAPA penulis, muncul ide, kalau Dalil Naqli tersebut ada kaitan dengan judul “Kang Yoto, Bupati yang Amanah?”. Pembaca yang di Rahmati Allah, SWT. Dari hari ke Minggu hingga datangnya bulan, bahkan tahun pun silih berganti, bahkan perjalanan Bupati Bojonegoro yang sering akrab di Sebut “Kang YOTO”, Dengan sabar, (Tak menghiraukan dengan kadang adanya caci maki yang kemungkinan dari Kang Yoto warga yang belum mendapat hadiah Hidayah dari Allah, SWT. Kang YOTO tetap tegar melangkah, menuntun dan membawa kearah yang Ma’ruf. Dan merupakan pemimpin yang Arif, dalam menunjukkan jalan kebenaran, bernasehat serta berperilaku dengan kesabaran. Jujur bicaranya alias tidak dusta, berpikir sehat dan mengajak semua untuk terhindar dari sifat-sifat yang merugi. Disadari maupun tidak, karena yang rugi tidak akan bakal selamat di dunia maupun di akhirat. Maka Kang YOTO yang menyayangi warganya, selalu mengajak “SABAR-JUJUR-JUJUR & BETAPA INDAHNYA BERTAQWA”. Kang YOTO, SABAR, “Pernahkah kau mendengar Kang YOTO memarahi Staf, Warga,?. Bahkan di sms, digunjing, Beliau tetap tersenyum dan tersenyum. “Cuma dirasani di SMS dengan kata-kata, koq marah, Lha Kanjeng Nabi dilempari kotoran pun tidak marah. Ya itung-itung, biar kalau ada dosa biar ‘kalong’ (berkurang). Dan kalau Pak Haji Rhoma Irama, memberi Isyarat. “Lebih baik jadi peramah, salah sedikit maafkanlah, kalau kita jadi peramah, teman banyak rejeki mudah. Kang YOTO benar, “Kang YOTO, selalu berlaku pada jalan menuju kebenaran dari waktu ke waktu, cumaa…. Kadang orang lain SALAH menafsirkan, kalau langkah dan upaya yang dilakukan selama 4 (Empat) tahun bahkan 5 (Lima) tahun ini, ternyata benar, bukan Cuma kata, tetapi kenyataan dan realita adanya. Kang YOTO, jujur. “Berawal dari data monografi kemungkinan demikian, (Maaf, penulis bukan pegawai statistik), entah ada beberapa ribu warga Bojonegoro, dalam kategori Miskin. Lalu bagaimana warga Bojonegoro, terhindar dari sindiran Syair Pak Haji Rhoma Irama, “Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin”, maka dibukalah “kran”, keterbukaan, agar tidak muncul embrio, pungli, manipulasi dan korupsi. Diterapkan pola, “Jujur dalam bicara dan pelayanan dan jangan menebar kedustaan pada warga Bojonegoro. Pantas bagi tatanan kota lain, belum tentu untuk Bojonegoro. Baik kata orang lain, belum tentu baik bagi warga Bojonegoro. Benar kata warga kota lain juga belum tentu benar bagi masyarakat Bojonegoro MATOH. Selaraskanlah dengan adat dan tradisi masyarakat Bojonegoro, junjunglah tinggi nilai-nilai HAK AZASI, jangan ingin memperkaya diri dengan membabi buta. Kalau dipersulit pelayanan oleh Aparatur Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro, jangan segan-segan hubungi Kang YOTO, ke Nomor: 0813406688. Adakah Bupati se-Indonesia, seperti Kang YOTO. Berani memberi nomor kepada setiap orang yang mau memiliki nomornya. Kang YOTO, Hebat dan Matoh. Kang YOTO, TAAT. “Kang YOTO selalu mengikuti mekanisme yang digariskan oleh, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah yang jadi petunjuk Teknis maupun petunjuk Pelaksanaan, ora “angger muni.” Tetapi ada acuan, dan selalu hati-hati yang berkaitan dengan kedinasan, kalau diluar kedinasan Kang YOTO ‘low profile’. Kalau menyangkut kedinasan, whow, super dengan pola yang diterapkan itu, ada juga yang merasa, “GERAHEN”, apalagi oknum pejabat yang merasa gila kehormatan, koyok-koyok kurang setuju dipimpin Kang YOTO, tetapi kalau memang benar segera tergilas dengan roda zaman. Sebab kemajuan zaman semakin pesat, maka pelayanan di butuhkan malah oknum pejabat bermaksud, ongkang-ongkang kaki, atau lagi *nggudiq*, taukah *Nggiundiq? Yaitu dirumah ‘demenan. Naudzu billahi min dzaliq. Menafkahkan sebagian hartanya ke jalan Allah SWT. :Pembaca tabloid ini yang Rahmati Allah perlu diketahui ya, penulis itu, sering dimaki, perihal selalu menjabarkan Thausuyah-thausiyah diberikan olehnya (Kang YOTO-red), apa kata mereka?. “Ek..(Eko-red), lah opo YOTO mbok apik-apikno, Bupati medit, mbok kinthili kadang ngantio bensinmu kente-an neng dalan?” Alasanku ikut kegiatan, senadjan tidak pernah diajak oleh HUMAS maupun INFOKOM, pertama niatku SILATURRAHMI, kata Nabi, “Tak akan masuk syurga orang-orang yang memutuskan tali silaturrahmi. Kedua Kang YOTO adalah tauladan yang jujur, dan berkata benar adanya, selalu mengajak berbuat baik dan manfaat yang positive untuk sesama, tidak pernah menjelek-jelekan orang lain walau beliau dijelek-jelekan. Insya Allah, dengan dekat Kang YOTO, selain berhati-hati dan berpikir sebelum melangkah agar tidak menyesal dikemudian hari. Apalagi zaman sekarang, banyak hal yang menggiurkan dalam jurang kehinaan dan kemungkaran, dan bila kita tak hati-hati tertarik setengah mati, dan kalau tidak waspada akan tergoda setengah gila. Dan dekat Kang YOTO, Insya Allah, kita terjamin dan terhindar dari sifat”GHIBAH”. Subhanallah. Sebab kalau kami renungi, kami resapi dan sebagian kami amalkan, ternyata benar, kedamaian dan kebahagiaan, walaupun penghasilan pas-pasan. Siapa bilang Kang YOTO pelit?”, Kang YOTO tidak pelit, penyayang ya. Tahun lalu, komputerku rusak, ternyata ketika saya matur, juga di belikan, masalahnya komputer bagiku, piranti penting untuk penunjang mencari kehidupan menafkahi istri dan anakku. Demikian juga ketika kami akan buka usaha ternyata juga dikabulkan. Asal masuk akal dan bukan mengakali dan pula peduli dengan ketulusannya, yakni sering nyantuni anak yatim dan janda-janda tua yang miskin. Pijakkan yang amat mendasar adalah QS. Albaqarah, 267, “Ya Ayyuhal Laziina Aamaanu, Anfiiqumin Tayyibati Maa Kasabtum Wa Mimmaa Akhrajna Lakum Minal-Ard, Wa Laa Tayaammamul-Khabiisa Minhu Tunfiquna Wa Lastum Bi Aakhizihi Illa An Tuqmiduu Fiih Wa’lamuu Annallaaha Ganiyuun Hamid = Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di Jalan Allah), sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu, dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkalah dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. Subhanallah, Kang YOTO, telah banyak ngopeni anak yatim/ yatim piatu, janda-janda tua dan miskin, karena amanahnya kemungkinan adalah sebagai berikut: “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama, itulah yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang yang miskin, dan enggan menolong dengan barang yang berguna. Maka selama ada gunanya tetap dibantu, maksudnya tidak ada peluang membantu yang berakibat “muspro”. Berkaitan dengan yatim dan orang miskin adalah, “Sungguh engkau manusia, mendustakan agama, apabila pada mereka engkau sia-sia. Maka seberapapun untuk Yatim/yatim piatu, tetap dimuliakan. Bukan pada yang berprofesi ‘mengathong’. Sebab, Jer Karto Raharjo, Mawa Karyo, bukan Jer Karto Raharjo Mawa ‘Ngathong’. Dengan mau berusaha dan bisa menghasilkan minimal bisa menolong diri sendiri. Dan tidak bergantung rasa belas kasihan. “Lhah opo ta konco, arep kerep lara, ra gelem rekasa mbudi daya YOTO. Begitulah pembaca. Kang YOTO pancen kabeh podho pingin urip mulyo, WIWITAN Rekasa. Pancen N

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s